Friday, October 13, 2017

Menguak konspirasi dibalik ajakan bisnis ternak lele

Lele atau catfish, merupakan salah satu jenis ikan air tawar (ikan yang berkumis) yang banyak digemari oleh masyarakat indonesia, karena memang rasa dagingnya yang khas dan nikmat jika dimasak dengan baik dan benar. Apalagi jika lele ditambahkan micin sebagai penyedap rasa makanan, pasti rasa lele akan menjadi lebih gurih dan mantap. Biasanya lele diolah menjadi berbagai makanan yang khas dan unik, seperti lele goreng, pecel lele, pepes lele, lele bakar, sambal lele, dan lain sebagainya.

Menguak konspirasi dibalik ajakan bisnis ternak lele

Di tahun 2017 ini gencar sekali ajakan atau gerakan untuk membuat usaha peternakan lele. Di berbagai sosial media dan forum-forum di dunia maya banyak sekali yang membahas tentang ternak lele. Katanya dengan beternak lele seseorang akan menjadi cepat sukses, cepat kaya, dengan omset yang wah, sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulan nya.




Gagal sbmptn, Anak lulusan sma disuruh untuk beternak lele, begitupula dengan lulusan smk di suruh ternak lele, sarjana dan anak kuliahan juga disuruh beternak lele, bahkan pengangguran pun disuruh untuk beternak lele. Semua kalangan disarankan untuk beternak lele, baik itu anak sekolahan, lulusan sma dan stm, anak kuliahan, sarjana sampai pengangguran dan orang yang sudah punya pekerjaan pun diiming-imingi untuk membuka usaha peternakan lele. Lele, lele, lele, lele dan lele, pemuda-pemudi, semua orang menyarankan untuk berternak lele, sampai saya sendiri bosan mendengarnya.

v

Group pojok programmer facebook yang dipenuhi tukang peternak lele

Dari keterangan diatas sudah terlihat kan dimana konspirasinya ?. ya benar, ada sebuah hukum yang mengatakan “Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, namun hanya berpindah dari bentuk energi yang satu ke energi yang lain nya.”, ya begitulah bunyi hukum kekekalan energi yang tidak ada hubunganya sama sekali dengan bisnis ternak lele. Namun dalam bidang ekonomi, kurang lebih ada suatu hukum yang intinya mengatakan, “Jika jumlah barang di pasaran lebih sedikit jumlahnya daripada permintaan kebutuan konsumen, maka harga barang tersebut akan melesat, menjadi mahal. Dan Jika jumlah barang dipasaran lebih banyak daripada permintaan kebutuhan konsumen, maka barang tersebut akan menjadi murah.”. dari prinsip logika diatas bisa disimpulkan bukan, “Jika jumlah lele dipasaran meningkat, dan konsumen berjumlah tetap ataupun berkurang maka harga lele akan menurun”. Lebih jelasnya :

- Lele = Konsumen = Harga lele menjadi stabil
- Lele < Konsumen = Harga lele menjadi mahal
- Lele > Konsumen = Harga lele menjadi murah

Dari penjelasan diatas sudah ketahuan dimana letak konspirasi dari upaya ajakan berbisnis ternak lele ini. jika semua orang, semua kalangan berlomba-lomba untuk membuat peternakan lele. Maka otomatis harga lele dipasaran akan menjadi jatuh, menjadi murah, menjadi tidak ada harganya. Dengan demikian banyak peternak lele senior (lama), akan menjadi rugi dan bangkrut. Sebaliknya konsumen penikmat lele akan menjadi bahagia dan menjadi kenyang, karena harga lele menjadi sangat murah dan mudah dijangkau oleh semua kalangan. Kira-kira, siapakah yang kiranya diuntungkan dengan jatuhnya harga lele dipasaran ini.

1. Anak kos

Jika harga lele menjadi murah, maka anak kos akan menjadi bahagia. Karena dengan keuangan mereka yang sangat minim dan tipis, akan membantu mereka untuk mendapatkan nutrisi yang layak dan juga sehat, yakni dari mengomsumsi berbagai makanan olahan dari ikan lele. Sehingga mereka tidak kelaparan lagi seperti hari-hari sebelumnya, karena menu makanan mereka biasanya hanya sebatas energen, berbagai jenis mie instan, okky jelly drink dan promag saja. Nah, kira-kira siapa saja biasanya yang menghuni kos-kosan ?

A. Anak sekolahan (sma, smk)
B. Anak kuliahan (mahasiswa dan mahasiswi)
C. Anak rantauan

Yak, ke 3 jenis orang diatas lah yang sering menghuni berbagai kos-kosan di seluruh indonesia. Jadi semua konspirasi ini wajib dicurigai, jangan-jangan usaha ajakan ternak lele ini merupakan agenda besar (konspirasi) atau rencana mereka untuk memakmurkan penghuni kos-kosan diseluruh indonesia :v .

2. Ibu rumah tangga

Lele memang banyak diminati semua kalangan, baik muda maupun dewasa semuanya menyukai lele. Jika dilingkungan keluarga, siapakah yang sering mengolah makanan ?, jelas jawabanya adalah ibu rumah tangga / emak-emak. Jika harga lele menjadi murah, maka otomatis pengeluaran rumah tangga menjadi lebih sedikit, dan keluarga pun menjadi bahagia. “Perut kenyang, hati pun senang”, begitulah kata-kata mutiara dari Ehsan, si tukang makan di serial animasi upin dan ipin. Dari keterangan diatas, juga patut di curigai, mungkin emak-emak di seluruh indonesia sedang berusaha mengadakan koalisi dengan anak kos-kosan untuk menjatuhkan harga lele dipasaran, guna memakmurkan keluarga tercinta mereka.

Jadi, Jangan terkecoh dengan bisinis ternak lele, entah itu dengan modal sedikit atau banyak, bisa jadi lele ini nasibnya akan sama seperti bunga anthurium dan batu akik, jadi harap waspada saja dengan bisnis ternak lele ini.

Ya, begitu saja menurut hasil pengamatan saya. Hal diatas, tidak usah dianggap serius, anggap saja sebagai lelucon penghilang stres anda. Pesan saya “Jika anda mau berbisnis, pilihlah produk yang banyak dicari orang, namun jumlah barang nya masih sedikit dipasaran”. Sehingga anda mudah menjual semua produk anda. Dan persaingan perdagangan dipasaran pun menjadi ringan, karena kebutuhan konsumen yang besar dengan produk yang terbatas, jadi persaingan pun menjadi berkurang.

Semoga bermanfaat. - Si Tukang sleding -

Menguak konspirasi dibalik ajakan bisnis ternak lele
4/ 5
Oleh

Leave your comment