Saturday, November 4, 2017

Apakah introvert itu penyakit ? Bagaimana cara menyembuhkan nya ? Apakah salah menjadi seorang introvert ?

Banyak orang introvert yang dikucilkan dilingkungan nya, Khususnya seperti di indonesia ini. Orang introvert dianggap seperti orang yang sakit jiwa (mental) dan tak jarang banyak yang mencap mereka sebagai orang yang berbahaya. Orang introvert yang pendiam banyak yang dicap sebagai orang yang sombong, orang yang angkuh, psikopat, idiot, cacat, bahkan ada pula yang mencurigai orang introvert sebagai seorang terr***s. (Baca juga : Apa itu introvert ? dan bagaimana ciri orang introvert ?)

Apakah introvert itu penyakit ? Bagaimana cara menyembuhkan nya ? Apakah salah menjadi seorang introvert ?

Entah anggapan apalagi yang beredar di masyarakat luas tentang orang introvert ini. Yang jelas, banyak dari mereka yang memandang kepribadian introvert ini sebagai suatu penyakit, suatu kelainan yang harus diubah dan disembuhkan. Mungkin karena sebagian besar orang di dunia ini memiliki kepribadian ekstrovert, jadi setiap ada orang yang berbeda dari diri dan komunitasnya. Maka orang tersebut langsung dicap (dianggap) jelek, apalagi di indonesia ini, yang sangat menjunjung tinggi basa-basi dan juga bergossip ria. Namun benarkah sikap dan sifat kepribadian introvert itu adalah suatu penyakit ?. Jawaban nya tentu tidak.

1. Introvert dan phobia sosial

Introvert sangat jauh berbeda dengan fobia sosial. Orang introvert masih dapat bergaul dengan orang lain, namun hanya saja bagi mereka, terlalu banyak bersosialisasi dan berbicara, dapat membuat mereka merasa cepat lelah. Berbeda dengan orang yang mengidap phobia sosial, mereka takut bergaul dan bersosialisasi karena berbagai alasan. Misalnya takut dipandang buruk orang lain, takut dirinya lebih rendah dari orang lain, takut ditertawakan orang lain, takut membuat kesalahan, takut diejek dan dihina orang lain, dan lain sebagainya.




Intinya seseorang yang mengidap phobia sosial, takut dalam bersosialisasi karena berbagai alasan, entah itu karena kurang percaya diri, atau juga karena takut dengan pandangan orang lain terhadapnya. Namun orang introvert tidaklah demikian, mereka hanya malas berkutat dalam keramaian karena hal tersebut dirasa melelahkan dan membosankan. Mereka masih dapat dan mau bersosialisasi dengan baik.

2. Introvert bukanlah suatu penyakit

Kepribadian introvert bukanlah suatu penyakit. Introvert merupakan salah satu tipe kepribadian yang dicetuskan oleh seorang ahli psikologi yang bernama “Carl Jung” (https://en.wikipedia.org/wiki/Extraversion_and_introversion). Tipe kepribadian introvert ini terbentuk karena adanya gen di dalam tubuh manusia yang sudah terbentuk sejak sebelum ia lahir. Orang berkepribadian introvert sudah terlihat pada waktu ia masih bayi. Berbeda dengan bayi seorang ekstrovert yang biasanya aktif dan banyak bergerak dan mengekspresikan dirinya. Seorang bayi introvert akan sedikit bertingkah dan malah lebih banyak mengamati keadaan sekitarnya.

Pengaruh lingkungan juga berperan penting dalam pembentukan karakter introvert ini. Anak pertama lebih sering memiliki kepribadian introvert karena ia tidak memiliki seorang kakak yang dapat diajaknya untuk bercengkrama dan bermain. Didikan orang tua juga berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang tidak memiliki orang tua yang lengkap, atau juga anak yang terlalu dikekang dirumah dan jarang bergaul, akan mengembangkan tipe kepribadian introvert ini. Namun, anak yang dikekang dan terlalu banyak diperintah, atau orang tua yang over protective terhadap anaknya, malah akan membuat anak menjadi phobia atau malah membuat anak memiliki jiwa pemberontak.

Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa kepribadian introvert ini kebanyakan merupakan bawaan lahir. Sudah dari sananya, bawaan gen dan sifat orang tua. Jika orang tua atau kakek-nenek anda salah satunya berkepribadian introvert, maka anda kemungkinan besar juga akan memiliki kepribadian yang sama. Jadi, dari sini dapat disimpulkan, bahwa introvert bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu keunikan atau perbedaan watak yang sudah tertanam sebelum mereka dilahirkan. Yang menjadi penyakit bukanlah keintrovertan mereka, namun phobia sosial.

3. Kepribadian Introvert tidak perlu diubah

Karena introvert bukanlah suatu penyakit, jadi tidak perlu diobati dan disembuhkan. Cukup perbaiki saja segala kekurangan yang anda miliki. Jika anda seorang introvert dan juga terkena phobia sosial, sebaiknya anda segera menyembuhkan phobia anda, agar tidak mengganggu kehidupan anda sehari-hari. Perbaiki kekurangan anda, dan jadilah diri anda sendiri yang terbaik. Tidak perlu menjadi orang lain, apalagi sampai berusaha menjadi orang ekstrovert. Hal tersebut malah akan membuat anda menjadi stres dan depresi. Kontrol rasa malu anda, agar tidak menjadi penghalang bagi anda. Rasa malu yang berlebihan malah akan membuat anda menjadi minder. Dan sebaliknya, sedikit rasa malu dapat membuat anda menjadi rusak.

4. Penutup

Setiap manusia memang memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Setiap karakter memang memiliki kelemahan dan kebaikan nya tersendiri. Jadi jangan pesimis dengan hidup anda. Jalani hidup anda, dan terimalah segala apa yang diberikan kepada anda. Jangan berusaha menjadi orang lain, jadilah diri sendiri, dan perbaiki kesalahan yang ada. Jika semua manusia sama, apa jadinya dunia ini. Lagipula banyak sosok terkenal yang memiliki kepribadian introvert. Banyak para pemimpin, pemuka agama, penemu, ilmuan, insinyur, kreator, penulis yang berkepribadian introvert. Karena memang daya pikir dan imajinasi mereka yang luas. Admin blog ini kebetulan juga seorang introvert :) . (Baca juga : 16 kelebihan yang dimiliki orang introvert | 15 kekurangan yang dimiliki orang introvert)

Apakah introvert itu penyakit ? Bagaimana cara menyembuhkan nya ? Apakah salah menjadi seorang introvert ?
4/ 5
Oleh

Leave your comment