Tuesday, January 16, 2018

Apa itu Dropship ? pengertian, cara / sistem kerja, contoh, keuntungan dan kerugian menjadi Dropshipper

Di zaman yang serba online ini, rasanya bisnis online semakin lama semakin berkembang. Termasuk juga di dalamnya dalam urusan perdagangan. Toko online dari hari-kehari semakin menjamur dan banyak juga yang diantaranya (para online shop) menambahkan jasa dropship dan juga reseller di dalam fitur situsnya.

Apa itu Dropship ? pengertian, cara / sistem kerja, contoh, keuntungan dan kerugian menjadi Dropshipper

Nah, sebenarnya Apa itu dropship dan dropshipper itu ?. Bagaimana cara kerja atau sistem kerja dari dropship ?. Apa keuntungan dan kerugian menjadi seorang dropshipper ?. Dan bagaimana cara mendaftar menjadi dropshipper ?. Langsung saja, begini penjelasan nya.

- Apa itu pengertian dropship dan dropshipper ?

Dropship adalah suatu metode di dalam perdagangan atau di dalam jual beli secara online. Yang mana pihak penjual tidak melakukan kegiatan menstok barang, maupun tidak juga ikut serta dalam proses pengiriman barang. Penjual hanya meneruskan pesanan dari pihak pembeli ke pihak supplier. Dan nantinya, pihak supplier akan mengirim barang tersebut ke pihak pembeli atas nama penjual tadi.

Nah, sedangkan Dropshipper adalah sebuah istilah yang diperuntukkan untuk menyebut orang-orang yang aktif dalam kegiatan dropshipping. Atau lebih mudahnya, penjual yang melakukan kegiatan dropship, itulah yang disebut sebagai dropshipper.

- Cara kerja / sistem kerja dari dropshipping

Untuk menjadi seorang dropshipper tidak perlu memerlukan modal yang besar. Menjadi dropshipper hanya perlu bermodalkan kuota internet, koneksi dengan supllier, dan juga media promosi barang atau produk jualan di dunia maya.

Seorang dropshipper tidak perlu membeli barang dagangan atau juga menstok barang untuk dijual kembali ke para pembeli. Namun, seorang dropshipper hanya perlu memajang berbagai konten terkait penjualan di berbagai media online. Seperti media sosial, blog, website dan lain sebagainya.

Seorang dropshipper biasanya akan diberikan berbagai konten pendukung oleh supplier (pemasok barang). Biasanya konten tersebut berupa foto / gambar, widget, deskripsi dari barang, dan juga harga produk dari supplier. Dan nantinya, berbagai konten tersebut di promosikan oleh seorang dropshipper dengan harga yang berbeda dari harga asli yang diberikan oleh pihak supplier tadi.




Sehingga nantinya jika ada pembeli yang tertarik. Dan membeli produk yang ada di blog maupun produk yang dipromosikan oleh dropshipper tadi. Pihak dropshipper akan mengontak pihak supplier (seller, toko online, dll) untuk mengirimkan sejumlah barang yang dipesan oleh pembeli tadi dengan atas nama si penjual atau dropshipper tadi.

Lebih mudahnya, berikut kira-kira contoh tata urutan dari cara kerja dropshipping :

1. Dropshipper mempromosikan barang / produk dari supplier dengan harga barang yang disesuaikan (Ditambah / Dinaikkan)
2. Pembeli tertarik dan mengontak dropshipper untuk membeli produk yang dipromosikannya
3. Dropshipper mengontak pihak supplier karena ada pembeli yang ingin membeli produknya
4. Dropshipper membayar sejumlah uang ke pihak supplier dengan harga awal yang ditentukan supplier tadi
5. Pihak supplier mengirimkan barang atau produk ke pembeli

- Siapa yang menjadi supplier atau pemasok barang seorang dropshipper ?

Supplier dari seorang dropshipper sangatlah bervariasi. Bisa dari pemilik toko online secara langsung, bisa juga dari seller atau penjual yang ada di berbagai situs toko online. Misalnya seperti para pemilik toko online kecil-kecilan, atau juga pedagang grosiran yang membuat akun atau numpang di toko online yang besar. Seperti di tokopedia, shopee, dan lain sebagainya.

Jika anda ingin menjadi seorang dropshipper, tentunya tiap pihak supplier memiliki prosedur pendaftaran tersendiri. Namun biasanya dalam pendaftaran hanya memerlukan data-data seperti email, nama, alamat tempat tinggal, no hp, dan data-data yang umum lain nya.

- Keuntungan menjadi seorang dropshipper

Dari berbagai penjelasan yang tersebut diatas. Sudah jelas banyak keuntungan yang didapat oleh seorang dropshipper. Diantaranya seperti yang tersebut di bawah ini.

1. Dropshipper tidak perlu mengeluarkan banyak modal / biaya untuk membuka toko online atau mempromosikan produk dari supplier. Dengan hanya bermodalkan blog gratisan atau juga promosi di sosial media saja anda sudah dapat menjadi seorang dropshipper.

2. Dropshipper tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli barang atau menstok barang terlebih dahulu.

3. Dropshipper tidak ikut campur di dalam proses pengiriman barang ke pihak pembeli.

4. Dropshipper mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang dipromosikan dalam penjualan nya. (Misalkan pihak supplier mematok harga produk seharga 100ribu rupiah, dan pihak dropshipper mempromosikan barang seharga 120ribu rupiah. Maka jika ada pembeli yang membeli di dropshipper tadi, ia akan mendapatkan keuntungan sebesar 20ribu rupiah, dari selisih harga awal tadi.)

- Kerugian menjadi seorang dropshipper

Karena seorang dropshipper tidak ikut campur di dalam pengecekan kualitas barang maupun dengan proses pengiriman barang. Maka jika ada keterlambatan atau hambatan pada proses pengiriman barang. Dan juga produk yang tidak sesuai dengan harapan pihak pembeli. Maka pihak dropshipper akan mendapat komplain dan tanggapan negatif dari pihak pembeli. Tentunya semua hal tersebut dapat menjadi rumit, dan dapat berujung kejalur hukum.

Maka dari itu jika anda menjadi seorang dropshipper. Pilihlah supplier yang terpercaya yang dapat diandalkan dan terbukti kualitas serta ketepatannya. Sehingga nantinya anda dapat terhindar dari komplain dan reputasi buruk yang di utarakan oleh para pelanggan anda.

- Kesimpulan

Menjadi seorang dropshipper tidak perlu memerlukan banyak modal. Karena seorang dropshipper tidak perlu membeli atau menstok barang, dan juga tidak perlu ikut serta di dalam proses pengiriman barang. Namun tentunya seorang dropshipper beresiko mendapatkan banyak komplain dari pihak pembeli. Dikarenakan buruknya kualitas barang maupun keterlambatan proses pengiriman yang tidak pernah ikut dicampuri oleh pihak dropshipper.

Semakin besar harga yang dipatok oleh seorang dropshipper dari harga asli yang dipatok supplier. Maka akan semakin besar pula penghasilan yang akan diperoleh seorang dropshipper. Namun tentunya semua tidak semudah yang dibayangkan. Karena fakta di lapangan, pembeli suka dengan harga barang yang murah meriah. (Baca juga : Apa itu reseller ? pengertian, cara kerja, syarat, contoh, keuntungan dan kerugian menjadi reseller (Baik online & di dunia nyata))

Apa itu Dropship ? pengertian, cara / sistem kerja, contoh, keuntungan dan kerugian menjadi Dropshipper
4/ 5
Oleh

Leave your comment