Thursday, October 12, 2017

Cara mengatasi (menghentikan) kebiasaan banyak berpikir (berlebihan) / overthinking

Overthinking atau dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai “terlalu banyak mikir”, “berpikir berlebihan”, atau juga “kebanyakan mikir”, dan lain sebagainya. Hal yang tersebut diatas kebetulan sering dialami oleh admin, :’v.

Cara mengatasi (menghentikan) kebiasaan banyak berpikir (berlebihan) / overthinking

Overthinking biasanya sering terjadi terhadap seseorang yang memiliki kepribadian tertutup atau introvert. Karena biasanya pikiran mereka sangat aktif, dan cenderung memfokuskan diri pada apa-apa yang ada di benaknya. Istilahnya pertarungan pikiran lah, karena orang-orang yang introvert sering kali berbicara kepada dirinya sendiri, baik secara lisan (bukan berarti gila ya) maupun hanya berupa tanya jawab dipikiran sendiri. Karena itulah terkadang mereka, para orang introvert sering mendebat berbagai hal di dalam pikiran nya sendiri.

Sebenarnya semua orang dapat mengalami penyakit overthinking ini, baik yang memiliki kepribadian ekstrovert maupun juga yang memiliki kepribadian introvert. Namun orang yang memiliki tipe kepribadian introvert lebih sering terkena penyakit terlalu banyak mikir ini, karena memang sifat mereka yang cenderung berfokus pada dirinya sendiri, karena pikiran mereka yang luas dan penuh dengan ide-ide dan juga imajinasi. Namun, hanya sebagian introvert saja yang memiliki gangguan overthinking ini, karena memang banyak tipe kepribadian introvert, seperti ada tipe pemikir, ahli strategi, pemalas, perfeksionis dan lain sebagainya.

Nah, lebih jelasnya berikut ciri-ciri atau tanda jika anda terkena penyakit (gangguan mental) overthinking :

1. Perfeksionis

Perfeksionis adalah salah satu sifat seseorang yang mementingkan kesempurnaan diatas segalanya. Apa-apa yang dikerjakan dan di perbuat orang yang perfeksionis haruslah perfect atau sempurna. Jika sedikit saja ada yang salah atau meleset dari data dan jadwal yang ditentukan, maka mereka orang yang perfeksionis akan merasa sangat cemas dan gelisah. Sehingga ia akan mengatur jadwal dan segala apa yang akan diperbuatnya di waktu, jam, hari, minggu bahkan tahun depan. Namun, jika anda dapat mengontrol sifat perfeksionis anda, mungkin anda akan menjadi orang yang hebat, orang yang tepat waktu dan dapat mengerjakan sesuatu lebih baik daripada orang lain, namun jika anda tidak dapat mengontrol sifat ini, malah makin menjadi penyakit yang sanggat mengganggu.

2. Sering kali Memikirkan kemungkinan yang terburuk (berpikiran negatif)

Setiap memikirkan sesuatu hal, atau melakukan sesuatu hal, anda selalu memikirkan kemungkinan yang terburuk. Sehingga anda akan merasa ragu-ragu dalam melakukan berbagai hal. Mau melakukan seperti ini nanti akibatnya seperti itu, mau melakukan sesuatu yang itu, tapi nanti anu, dan pikiran negatif lain nya. Akibatnya anda malah tidak melakukan sesuatu, ragu-ragu atau takut mencoba sesuatu yang baru. Anda seperti dihantui, merasa sesuatu yang anda lakukan akan berakhir dengan sesuatu hal yang buruk, padahal anda belum mencobanya sama sekali.

3. Selalu mengecek apa yang diperbuat ber kali-kali

Misalnya anda mengecek pintu yang baru anda tutup. 1 kali si wajar-wajar saja, namun jika sampai 2-3 kali bahkan berkali-kali untuk mengecek pintu. Anda merasa was-was dan cemas, karena pikiran anda yang negatif, anda merasa pintu tersebut sudah ditutup atau belum ya ?, begitu terus sampai anda merasa lega. Intinya anda sering kali mengecek apa-apa yang anda lakukan berkali-kali.

4. Sering merasa cemas, was-was dan gelisah

Karena banyak berpikir yang tidak-tidak atau berlebihan dalam berpikir, mengakibatkan anda selalu dihantui perasaan was-was dan cemas. Terkadang kecemasan (anxiety) tersebut malah membuat anda menjadi tidak nyaman, tak jarang hal tersebut malah membuat anda menjadi sakit. Karena rasa cemas dan was-was dapat memicu stres, sehingga menaikkan ritme detak jantung, berefek kepernapasan dan membuat anda banyak berkeringat, akhirnya anda akan menjadi lemas dan merasa kelelahan. Hal tersebut, diakibatkan karena anda terlalu kebanyakan berpikir.




Jika anda memiliki keempat ciri diatas, selamat anda positif memiliki kebiasaan overthinking / terlalu berlebihan dalam berpikir, jadi saya tidak lagi sendirian karena memiliki ciri yang tersebut diatas :’v. Nah, apakah yang menjadi penyebab terjadinya sifat atau pribadi yang overthinking ?, apakah karena terlalu kebanyakan makan micin, atau karena keseringan di sleding ?. tentunya tidaklah demikian. Langsung saja, Berikut penyebab atau pencetus terjadinya penyakit overthinking :

1. Pengaruh lingkungan

Jika anda memiliki orang tua yang mengalami gangguan overthinking, maka wajar jika anda juga dapat terkena gangguan overthingking ini. karena tingkah laku orang tua anda, secara tidak sadar akan diwariskan atau diserap oleh anda, sehingga andapun turut menjadi pribadi yang selalu overthinking. Atau juga anda tinggal dilingkungan yang memegang teguh prinsip perfeksionis, seperti dalam lingkungan kerja misalnya. Anda dituntut untuk mengerjakan sesuatu hal sesuai deadline, salah sedikit anda akan langsung kena sp 1, akibatnya kepribadian anda lama-kelamaan akan berubah, dan jadilah anda memiliki sifat overthinking tersebut.

2. Trauma

Mungkin di masa lalu anda pernah melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal, akibat sesuatu yang anda perbuat sehingga mengakibatkan kerusakan yang sangat dahsyat, bahkan mempengaruhi kehidupan orang lain. Sehingga anda menjadi trauma dan tidak ingin mengulangi hal yang sama seperti kejadian di masa lalu. Sejak saat itulah anda menjadi berhati-hati dalam melakukan segala hal. Sehingga lahirlah, sifat overthinking di dalam kepribadian anda.

Saya rasa kedua hal yang tersebut diatas, sangat berpengaruh terhadap pembentukan sifat dan watak anda. Sehingga menjadikan anda menjadi terlalu berlebihan dalam memikirkan dan melakukan suatu hal. Selebihnya, mungkin karena bawaan sifat / bawaan lahir / gen turunan keluarga anda.

Kebiasaan overthinking ini memang sangat buruk, bahkan dapat memicu banyaknya tipe phobia yang berkaitan dengan sosialisasi di masyarakat. Seperti phobia sosial, phobia dengan keramain, kegaduhan dan lain sebagainya. Maka dari itu sebaiknya anda segera menghentikan kebiasaan terlalu banyak mikir ini, sebelum terlambat dan dapat menganggu kehidupan anda. Pertanyaan nya, bagaimanakah cara mengatasi, mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan overthinking (Berpikir berlebihan / terlalu banyak berpikir) ini ?. langsung saja :

1. Menumbuhkan sifat Qana’ah, sabar dan bersyukur

Sifat qana’ah artinya adalah merasa cukup, merasa cukup dengan semua yang anda miliki dan punya. Anda tidak terlalu perduli dengan cemoohan atau omongan yang buruk yang ditujukan kepada anda. Anggap semua kritikan tersebut untuk memperbaiki diri anda, bukan nya malah membuat anda menjadi down dan menjadi minder. Anggap semua rejeki yang anda miliki adalah yang terbaik buat anda, entah itu dimasa senang atau susah, kaya atau miskin, semua itu lah yang terbaik buat anda, tentunya anda juga wajib berusaha semampunya. Setelah usaha maksimal, serahkan selebihnya kepada yang diatas (Tuhan). Jadi anda tidak perlu berpikir buruk / yang macam-macam. Karena anda tidak dapat mengetahui masa depan, jadi serahkan saja semuanya kepada yang di atas (Tuhan), merencanaka sesuatu boleh-boleh saja, namun yang wajar-wajar saja, sehingga tidak menjadi beban pikiran anda.

Sabar artinya adalah anda bersabar dalam melakukan segala hal, jangan grusah-grusuh atau tergesah-gesah, lakukan dengan ritme yang normal dan wajar. Let it flow, biarkan berjalan begitu adanya, jika anda tergesah-gesah, maka anda akan merasa cemas dan gelisah. Ujung-ujungnya anda akan berpikiran negatif, dan mengacaukan semua yang anda kerjakan, dan anda akan bersusah payah mengecek yang anda perbuat berkali-kali.

Bersyukur artinya adalah, anda mensyukuri semua nikmat tuhan yang diberikan tuhan terhadap anda. Jangan selalu melihat keatas, sekali-kali lihatlah kebawah, lihatlah orang-orang yang kurang beruntung daripada anda. Jangan terjebak di masa lalu, dan jangan terlalu memikirkan masa depan. Lakukan saja yang terbaik di hari ini saja, karena hari esok kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi santai dan nikmati hidup anda. Jangan terlalu tergesah-gesah dan jangan terlalu ambisius (serakah).

2. Hindari berpikiran negatif atau kemungkinan terburuk

Dalam melakukan sesuatu hal, lakukan saja jika memang itu merupakan hal yang baik. Tidak perlu terlalu banyak memikirkan kemungkinan terburuk. Jika belum mencoba, bagaimana mungkin hal buruk akan terjadi kepada anda ?. lakukanlah hal yang baik secepatnya, jangan ragu-ragu. Segera laksanakan, jika anda terlalu banyak berpikir, ujung-ujungnya anda hanya berpikir saja tanpa berbuat apa-apa karena anda ketakutan dengan hal buruk yang akan terjadi dengan anda.

3. Tidak ada yang sempurna di dunia ini

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, semuanya memiliki celah dan kekurangan. Jadi dalam melakukan segala hal tidak perlu anda berpikir “harus sempurna”. Tapi lakukan lah semaksimal mungkin, dan lakukanlah yang terbaik. Lakukan saja tanpa harus terlalu banyak berpikir tentang ini dan itu. Selebihnya, setelah anda berusaha dengan maksimal, serahkan saja semua urusan kepada Tuhan.

4. Mencari hiburan / lepaskan beban pikiran

Jangan terlalu fokus dengan apa yang anda pikirkan atau apa yang anda kerjakan, lepaskan semua beban pikiranmu. Carilah hiburan yang positif, misalnya bermain dengan teman-temanmu, menonton film, streaming youtube, bermain game, atau chattingan di sosial media seperti twitter, instagram dan facebook.

5. Buat catatan tentang apa yang akan atau sudah anda lakukan

Misalnya, jika anda masih kesulitan dalam mengendalikan kecemasan mu. Coba catat apa-apa yang akan anda rencanakan dan apa yang akan anda lakukan. Sehingga anda tidak repot, repot mengecek segala hal yang anda sudah kerjakan. Sehingga rasa cemas dan was-was di dalam dirimu dapat berkurang.

6. Tawakal

Setelah maksimal dalam melakukan atau merencanakan sesuatu, serahkan selebihnya kepada tuhan. Atau setelah berusaha dengan maksimal, selanjutnya tinggal berdoa. Jadi dengan demikian apa-apa yang anda kerjakan akan menjadi legah, tanpa perlu kuatir dengan ini dan itu. Karena apapun hasilnya anda percaya, semuanya sudah diatur Tuhan yang maha esa.

Ya begitulah saya rasa, cara terbaik untuk mengendalikan pikiran yang terlalu overthinking. Sehingga anda dapat mengurangi, mengatasi bahkan menghentikan semua kebiasaan terlalu banyak berpikir (overthinking) tersebut. Silahkan dicoba, dan semoga berhasil.

Cara mengatasi (menghentikan) kebiasaan banyak berpikir (berlebihan) / overthinking
4/ 5
Oleh

Leave your comment