Tuesday, December 18, 2018

Ketika hidup terasa hampa, kosong tak berarti, mungkin ini penyebabnya !

Setiap orang yang berakal, orang yang sudah bisa berpikir sendiri, orang yang sudah baligh. Para remaja, pemuda, orang dewasa segala usia. Pasti didalam hidupnya pernah mengalami yang namanya masa kekosongan. Yakni masa-masa dimana kita mempertanyakan eksistensi hidup dan keberadaan kita.

Anda mungkin pernah merenung dan berpikir, untuk apa sebenarnya saya hidup ?, Untuk apa saya dilahirkan ?. Mengapa, bagaimana semua ini terjadi ?. Apa sebenarnya yang saya inginkan ?, Dan apa sebenarnya yang saya cari dan harus dilakukan ?.

Ketika hidup terasa hampa, kosong tak berarti, mungkin ini penyebabnya !

Saya setiap hari belajar, sekolah, bekerja, makan, tidur, istirahat, bersosialisasi, dan sebagainya. Sebenarnya semuanya ini untuk apa ?. Untuk apa uang saya ini, untuk apa cita-cita yang sudah saya gapai ?. 100 tahun yang lalu saya tidak ada di dunia ini, 100 tahun yang akan datang saya pun akan dilupakan.



Hidup terasa kosong, hampa, galau, gunda gulana sedih tanpa sebab. Rasanya hidup dan kehidupan ini menjadi tidak berarti lagi. Mungkin juga anda pernah berpikir bahwa hidup ini cuma sekedar ilusi semata, atau anda menganggap semua ini hanyalah sebuah mimpi.

1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun begitu cepat berlalu. Rasanya kemarin saya baru saja lari-larian mengejar layangan bersama teman-teman. Sekarang sudah sibuk urisan sendiri-sendiri. Sebenarnya apa yang kurang dalam hidup ini ?.

Didalam pencarian jawaban tersebut, seringkali anda merasa kebingungan dengannya. Ya pada dasarnya hal ini wajar saja. Saya dan anda para pembaca pastinya juga pernah mengalami masa-masap ini.

# Penyebab kekosongan dalam hidup, kehampaaan hidup dan rasa sedih tanpa sebab

1. Pertanda dari Tuhan

Yap, masa-masa kekosongan tersebut merupakan pertanda dari Tuhan. Tuhan ingin anda lebih mendekatan diri kepadanya, anda hidup dan diciptakan bukan hanya untuk main-main saja. Pastilah ada tujuan dan maksud tertentu didalamnya.

Kalau didalam agama islam, tujuan penciptaan jin dan manusia ya untuk beribadah kepada Tuhan.

Jika hati anda dipenuhi dengan kekosongan, kehampaan dan kesedihan. Maka kembalilah kepada Tuhan, kepada Allah. Beribadahlah kepadanya, curahkan semua masalah anda, curhatlah dengannya. Obati hati anda dengan beribadah dan berdoa.

2. Kehidupan yang monoton

Kehidupan yang monoton yang itu-itu saja, dapat membuat seseorang menjadi bosan dengan rutinitasnya. Walaupun anda sudah menggapai cita-cita anda, walaupun anda sudah punya banyak uang. Terus semuanya buat apa ?, Apa tujuan anda selanjutnya ?. Jika tujuan anda selesai hanya disitu saja. Pastinya nanti hati anda akan dipenuhi dengan kekosongan dan kehampaan.

3. Ada beban didalam hati

Jika ada beban di dalam hati, entah itu karena merasa berdosa, merasa tidak berguna, merasa iri, rindu yang mendalam dan sebagainya. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi memikirkan hal yang tidak-tidak.

Seseorang ketika ada beban didalam hatinya, apalagi yang menyangkut tentang masalah hidup. Pastinya ia akan menjadi sering bersedih, galau, menyalahkan diri sendiri, orang lain dan parahnya sampai menggugat / menyalahkan Tuhan (takdir, dll).


4. Terbawa arus kehidupan

Seseorang yang selalu mengikuti arus kehidupan. Ia selalu menuruti apa kata orang, tidak punya prinsip dan pendirian, selalu ikuti tren, gaya hidup orang lain dan sejenisnya. Orang semacam ini akan sering mengalami kehampaan didalam dirinya.

Mereka akan menjadi sedih ketika tidak diperhatikan oleh orang, tidak mendapat pujian, tidak menjadi pusat perhatian, diabaikan dan sejenisnya.

Ya, pada dasarnya ke-4 masalah yang tersebut diataslah penyebab utama rasa sedih, kosong dan kehampaan di dalam hidup anda. Cara yang paling ampuh untuk mengatasi kekosongan dan kehampaan dalam hidup adalah dengan cara . . . .

1. Kembali kepada Tuhan
2. Beribadah kepadanya
3. Mengeluarkan beban yang ada di dalam hati
4. Selalu bersabar dan bersyukur
5. Tidak terlalu perduli dengan omongan orang lain
6. Mempunyai prinsip hidup
7. Selalu berpikiran positif
8. Aktif bersosialisasi dan berbagi kebahagiaan ke sesama atau ke alam sekitar (misal sedekah, menanam pohon, merawat bunga, memberi makan hewan, dll)

Cukup sekian dulu, semoga bermanfaat.

Ketika hidup terasa hampa, kosong tak berarti, mungkin ini penyebabnya !
4/ 5
Oleh

Leave your comment