Tuesday, September 3, 2019

Salahkah menjadi seorang wibu dan otaku ?

Salahkah ketika ada orang yang menjadi wibu atau juga jadi otaku ?. Apakah kedua golongan tersebut layak untuk diterima didalam tatanan masyarakat ?. Atau malah anda adalah orang yang suka membully kedua golongan tersebut ?. Atau anda setuju-setuju saja dengan adanya wibu dan otaku ?.

Salahkah menjadi seorang wibu dan otaku ?

Yang jelas, semua orang memiliki perspektif atau cara pandang masing-masing mengenai kehadiran wibu dan otaku ini. Kalau menurut saya sendiri sih, menjadi wibu itu adalah suatu aib yang patut untuk disembunyikan. Sedangkan menjadi otaku itu relatif, tergantung situasi dan kondisi. Kadang bisa bangga, kadang juga merasa malu karena berbagai hal 😂.



Yang jelas setidaknya ada tiga penilaian mengenai para wibu dan otaku ini. Diantaranya misalnya seperti :

1. Menjadi wibu dan otaku merupakan suatu kesalahan

Karena perbedaan budaya dan pola pikir masyarakat jepang dengan indonesia. Hal ini seringkali menimbulkan bentrokan didalam perilaku para wibu dan otaku. Misalnya hal ini terkait hubungan dengan lawan jenis, maupun norma-norma yang ada.

Para wibu dan otaku anime seringkali terpengaruh dengan tontonan maupun bahan bacaan yang mereka baca. Semisal seperti anime dan manga yang didalamnya terdapat adegan yang di luar batas, alias adegan anu. Sehingga terkadang dari aktivitas dan rutinitas yang dilakukan oleh para wibu dan otaku, dalam artian mudahnya seperti nonton anime. Hal ini dapat membuat si wibu dan otaku menjadi terpengaruh dengannya.

Sebagai contoh misalnya seperti adanya kasus wibu nolep, yang jadi sok penyendiri, ansos dan sebangsanya. Maupun munculnya generasi m35um yang diakibatkan oleh berbagai anime dan manga yang bernuansa kucingpoi.


2. Menjadi wibu dan otaku merupakan suatu kebanggaan

Menurut sudut pandang para wibu, mereka bisa jadi merasa bangga menjadi seperti yang apa mereka inginkan. Dalam artian mereka merasa bangga karena berbeda dengan orang lainnya, merasa bangga jadi seorang wibu. Mereka merasa berbeda dari masyarakat disekelilingnya.

Mereka merasa dirinya superior, tidak seperti teman-teman lain yang biasa-biasa saja. Misalnya seperti penyuka sinetron, dangdut, kpop, dll. Yang menurut mereka adalah orang-orang yang alay, dan juga cringe.

3. Tidak begitu peduli dengan adanya wibu dan otaku

Untuk golongan ketiga adalah pendapat orang-orang yang cuek dan tidak begitu peduli dengan orang dan lingkungan disekelilingnya. Intinya sih prinsip mereka adalah, urusan anda ya urusan anda, urusan saya ya urusan saya. Jadi anda mau berbuat apa, bukan urusan saya. Tidak usahlah mengurusi hidup orang lain, memangnya situ sudah 83n3r.

Begitulah adanya gan, pada dasarnya menjadi wibu ini salah dan tidaknya tergantung sudut pandang atau perspektif orang masing-masing. Karena semua orang memiliki pendapat atau opininya sendiri-sendiri. Sehingga kebenaran maupun salahnya menjadi wibu dan otaku ini terbilang relatif. 😘

# Baca juga :

Apa enaknya jadi otaku dan wibu ?
Bagaimana rasanya jadi otaku dan wibu ?
Mengapa banyak orang yang jadi otaku dan wibu ?
Kenapa wibu, otaku dan kpopers banyak dibenci orang ?

Artikel terkait

Salahkah menjadi seorang wibu dan otaku ?
4/ 5
Oleh

Leave your comment