Friday, August 23, 2019

7 penyakit psikologis yang melanda otaku penggemar anime

Penyakit mental, penyakit psikologis, gangguan sosial bisa dialami oleh siapa saja. Termasuk didalamnya yakni para otaku penggemar anime dan juga game. Nah, dari sekian banyak penyakit dan gangguan kejiwaan yang ada. Setidaknya ada 4 penyakit utama yang sering diidap oleh para otaku ini. Yakni adalah jadi wibu, nijikon, chuunibyo, dan juga hikikomori.

7 penyakit psikologis yang melanda otaku penggemar anime

Selain yang tersebut seperti diatas. Misalnya gangguan mental lain yang dialami oleh para otaku ini adalah seperti yang tersebut di bawah ini.

# Penyakit sosial, penyakit psikologis para otaku

1. Menjadi seorang wibu

Apa salahnya menjadi seorang wibu ? :v. Memang jika anda hanya sekedar menyukai budaya jejepangan dalam tahapan wajar. Semisal hanya sebatas suka dengan anime, lagu-lagu jepang, dll. Hal ini tidaklah menjadi masalah.

Yang dipermasalahkan adalah obsesi berlebihan para wibu ini terhadap jepang. Sehingga menjadikan mereka menjadi pengkhayal tingkat tinggi. Yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya.

Sebagai contoh misalnya, mereka mengkhayalkan memiliki pacar orang jepang, tinggal di jepang, jadi orang jepang, dan lain sebagainya. Sehingga di kehidupan sehari-harinya selalu diisi dengan kegiatan kehidupan yang bernuansa jepang. Hal ini tentunya akan sedikit berdampak buruk pada keseharian para wibu ini. Apalagi jika keinginannya sama sekali tidak tercapai. Bisa-bisa si wibu ini dikucilkan dilingkungan pergaulannya.



Dan yang parah misalnya juga, banyak otaku wibu yang memiliki kelainan dalam masalah ketertarikan kedalam lawan jenis. Sebut saja misalnya seperti para lol!©0n, fu_!os|-|i, ngidol berlebihan dan berbagai macam kelainan f3+!5h lainnya.

2. Menjadi nijikon

Seorang nijikon adalah orang-orang yang hanya menyukai karakter 2D saja. Alias mereka hanya menyukai karakter anime semata. Mereka cinta dengan char anime, baik itu anime cewek maupun cowok. Dan mereka sama sekali tidak tertarik dengan manusia yang satu spesies dengannya.

Mereka para otaku menjadikan karakter anime sebagai waifu dan juga husbu. Dan mereka juga mencintai karakter 2D tersebut layaknya istri atau suami betulan di dunia nyata.

3. Sindrom chuunibyou

"Dengan kekuatan bulan akan menghukummu, terimalah kekuatan mata iblis ku, kuahahahahaha 😈.", Begitulah kiranya sedikit contoh dari yang namanya sindrom chuunibyou. Sindrom chuunibyou ini merupakan sebuah sindrom yang di jepang sana pada umumnya dialami oleh anak sekolah kelas 8, alias setingkat kelas dua smp.

Nah, gejala dari sindrom ini salah satunya, orang yang mengidap akan berlaku seolah memiliki kekuatan supernatural ala karakter anime-manga yang disukainya. Mereka berkata, berbuat dan bertingkah layaknya karakter anime. Intinya mengkhayal tingkat dewa lah.

Nah, kebetulan pada otaku, sindrom ini tidak mengenal usia. Jadi banyak otaku yang sering mengalami sindrom chuunibyou ini.

4. Gangguan kecemasan sosial / nolep

Banyak otaku yang sering mengurung diri didalam kamar dan didalam rumah untuk memaksimalkan hobinya. Mereka hanya keluar rumah jika ada keperluan mendesak saja. Semisal hanya untuk beli makan dan minum. Selebihnya lanjut ngewibu, nonton anime, main games, baca manga dan novel di dalam kamar.

Dan dari aktivitas ini, dari kurangnya aktivitas pergaulan dan interaksi sosial. Banyak kita temui nak otaku di indo yang mengalami gangguan kecemasan sosial. Mereka jadi takut untuk bertemu dan berbicara dengan orang lain, takut di keramaian, dan sebagainya. Intinya menunjukkan berbagai gejala gangguan kecemasan sosial / fobia sosial.


5. Hikikomori

Tahap lanjutan dari ngenolep adalah menjadi seorang hikikomori. Orang yang terindikasi menjadi seorang hikikomori akan enggan untuk meninggalkan rumahnya dengan alasan apapun juga. Intinya entah karena apa, misalnya karena sering dibully, merasa gagal didalam hidup, maupun keasikan ngenolep dan jadi otaku. Para hikikomori ini memutuskan diri untuk berdiam diri didalam rumahnya.

Untuk pengertian lengkap dan ciri-ciri dari hikikomori, sudah saya bahas dibeberapa artikel sebelumnya. Anda dapat membacanya disini.

Apa itu Hikikomori ? Ciri-ciri dan penyebab seseorang menjadi Hikikomori ?
Perbedaan antara introvert, nolep dan hikikomori
Apa itu arti Hikikomori dan NEET / HikiNeet ?

6. Bersikap Apatis

Yup, banyak otaku yang bersifat apatis. Acuh tak acuh, cuek dan masa bodoh dengan apa yang terjadi disekelilingnya. Mereka asik sendiri dengan hobinya. Tak peduli siang atau malam, ada bencana, dan sebagainya. Yang penting aktivitas ngewibu harus tetap jalan.

7. Kecanduan skidipapap

Sudah tidak menjadi sebuah rahasia umum lagi, banyak para otaku wibu yang kecanduan skidipapap. Mereka seringkali mencari link dan kode nuklir. Mereka sangat suka mengunjungi berbagai situs kucing 😹. Jikalau ada perdebatan dan permasalahan dikalangan otaku dan wibu, maka untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pastilah hanya dengan membagi link dan kode nuklir ala nak wibu dan otaku anime. Maka semua masalah akan langsung terselesaikan.

Nah, begitulah beberapa penyakit mental, penyakit psikologis, penyakit sosial yang sering dialami oleh otaku yang ada di seluruh dunia. Didalam pembahasan ini, khususnya tentu buat para otaku wibu yang ada di indonesia. Cukup sekian dulu gan, semoga bermanfaat....

# Baca juga :

Potret kehidupan sehari-hari para wibu dan otaku zaman now
19 Fakta anak anime, animers, wibu, otaku dan sejenisnya
8 Keuntungan dan manfaat menonton anime dan baca manga
8 Kekurangan / dampak negatif otaku

Artikel terkait

7 penyakit psikologis yang melanda otaku penggemar anime
4/ 5
Oleh

Leave your comment